Berdiri kokoh di sepanjang aliran Sungai Kampar, Desa Rantau Baru merupakan salah satu desa adat tertua di Kabupaten Pelalawan yang masih menjaga erat nilai-nilai leluhurnya hingga hari ini.
Profil Desa | Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau
Secara administratif, Desa Rantau Baru berada di wilayah Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dengan jarak sekitar 17 kilometer dari ibu kota kabupaten. Desa ini memiliki luas wilayah kurang lebih 10.000 hektare yang terbagi ke dalam 3 dusun, 6 RW, dan 12 RT, yakni Dusun Sepunjung, Dusun Malako Kecil, dan Dusun Sei Pebadaran.
Berdasarkan data kependudukan terbaru, Desa Rantau Baru dihuni oleh 789 jiwa yang tergabung dalam 218 kepala keluarga, dengan rincian 416 jiwa perempuan dan 373 jiwa laki-laki. Mayoritas penduduknya memeluk agama Islam dan hidup berdampingan dalam keragaman suku, yaitu Melayu Tuk Tuo, Meliling, dan Melayu Tuk Mudo, dengan bahasa keseharian berupa Bahasa Melayu campuran.
Sebagai desa adat, Rantau Baru memiliki keunikan tersendiri dibanding desa-desa lain di Pelalawan. Struktur adat masih berjalan berdampingan dengan pemerintahan desa modern, dipimpin oleh seorang Datuk Sati yang menjaga hukum dan tradisi leluhur. Desa ini juga dikenal sebagai pusat penyebaran Thoriqat Naqsyabandiyah di Provinsi Riau, menjadikannya salah satu desa dengan kehidupan religius yang kental.
Dari sisi geografis, desa ini berbatasan langsung dengan Desa Lubuk Ogong di utara, Kuala Terusan dan Kerinci Barat di timur, Desa Penarikan di selatan, serta Desa Langgam di sebelah barat. Topografinya berupa dataran rendah yang dilintasi Sungai Kampar, dengan kombinasi tanah mineral di tepian sungai untuk permukiman, serta tanah gambut yang dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan dan pertanian oleh warga.
Dengan visi menjadikan Rantau Baru sebagai desa yang maju, mandiri, sejahtera, religius, dan berbasis ekonomi perkebunan, perikanan, kerajinan, serta pariwisata, desa ini terus berbenah membangun potensi lokalnya sambil tetap menjunjung tinggi warisan sejarah dan budaya yang telah diwariskan turun-temurun.