You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Rantau Baru
Logo Desa Rantau Baru
Rantau Baru

Kec. Pangkalan Kerinci, Kab. Pelalawan, Provinsi Riau

Mengenal Lebih Dekat Geografis dan Wilayah Desa Rantau Baru

Administrator 25 Juli 2026 Dibaca 23 Kali
Mengenal Lebih Dekat Geografis dan Wilayah Desa Rantau Baru

Terletak di tepian Sungai Kampar, Desa Rantau Baru memiliki karakter geografis yang khas, memadukan dataran rendah, tanah gambut, dan jalur sungai yang menjadi urat nadi kehidupan warganya.

Profil Wilayah | Letak, Batas, dan Kondisi Alam

Secara astronomis, Desa Rantau Baru berada pada koordinat 00°18'07.6" Bujur Timur dan 101°48'25.2" Lintang Selatan. Desa ini termasuk dalam wilayah administrasi Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dengan luas wilayah mencapai kurang lebih 10.000 hektare.

Wilayah desa berbatasan langsung dengan beberapa desa tetangga. Di sebelah utara berbatasan dengan Desa Lubuk Ogong (Kecamatan Bandar Sekijang), di sebelah timur dengan Kuala Terusan dan Kerinci Barat (Kecamatan Pangkalan Kerinci), di sebelah selatan dengan Desa Penarikan (Kecamatan Langgam), serta di sebelah barat dengan Desa Langgam (Kecamatan Langgam). Dahulu, wilayah desa ini jauh lebih luas, namun mengalami pemekaran administratif salah satunya menjadi Desa Kiap Jaya yang kini masuk Kecamatan Bandar Sekijang.

Dari sisi topografi, Rantau Baru merupakan dataran rendah yang dilalui aliran Sungai Kampar. Jenis tanahnya terbagi menjadi dua: tanah mineral di sepanjang tepian sungai yang menjadi lokasi permukiman asli warga, serta tanah gambut yang banyak dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan dan pertanian.

Untuk menuju desa ini, akses jalan menuju ibu kota kecamatan maupun kabupaten berjarak sekitar 17 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 30 menit menggunakan kendaraan bermotor roda dua maupun roda empat, melalui jalan tanah dan batu yang merupakan koridor milik PT. RAPP. Sementara untuk mencapai ibu kota Provinsi Riau, jarak yang harus ditempuh mencapai 76 kilometer dengan waktu sekitar 2 jam perjalanan.

Keberadaan Sungai Kampar tidak hanya membentuk lanskap alam desa, tetapi juga menjadi sumber kehidupan ekonomi warga, mulai dari sektor perikanan hingga jalur transportasi tradisional yang telah digunakan sejak masa kejayaan desa di era lampau.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image